Tampak Lebih Muda

22 May 2009

“Sekarang Mas tampak jauh lebih muda lho “, demikian celetuk Marta sambil tersenyum. Waktu itu kami (bersama Iyor) sedang dalam perjalanan ke mal untuk makan siang.

Hehehehe .. kali ini aku cuma bisa senyum-senyum. Kalau Marta yang komentar, biasanya serius, gak cuma untuk ngeledekin atau ada maksud tertentu. Tersanjung, geEr, atau apalah … yang jelas aku senang-senang aja. Dan seperti biasa, Iyor gak setuju. Bagi dia, aku tetap aneh dengan gaya rambutku sekarang.

“Jadi mirip kayak teman mas itu tuh ..”, kata Iyor mencibir. Yang dia maksud adalah Iwed, yang selalu rapi, dengan minyak rambut klimis, sisiran rapi belah samping.

Sebagian besar orang dewasa, mungkin hampir semua, merasa penuaan adalah momok. Ketika kita terlihat makin tua, banyak yang merasa gak nyaman, kepercayaan diri berkurang. Tapi kalau ada yang menganggap kita terlihat muda, aihh … betapa senangnya hati ini. Kepala rasanya membengkak apabila ada yang menebak umur kita jauh di bawah umur kita yang sebenarnya. Wajar saja, sah-sah saja buatku, karena menjadi tua memiliki banyak nuansa yang tidak bisa dibanggakan.

Sudah beberapa kali aku penasaran, bagaimana jika aku menyisir rambutku menyamping, alih-alih dengan potongan belah tengah seperti biasa, aku ingin menyisir rambutku dengan belahan pinggir. Yah, mirip sisiran pak SBY. Ini aku rasakan saat rambutku terasa acak-acakan, kok rasanya lebih mudah untuk disisir kesamping, belah pinggir. Setelah kupikir-pikir lagi, mungkin karena sejak kecil pada dasarnya aku selalu sisiran dengan belahan samping. Bahkan saat kuliahpun aku masih belah samping, meskipun waktu SMP-SMA pernah sisiran belah tengah.

Akhirnya saat rambutku pendek habis dipangkas, aku coba untuk sisiran belah pinggir. Sesaat setelah sisiran, aku cekikikan sendiri, geli rasanya melihat penampilan baruku. Tidak jelek (ya menurut ukuranku lho), tapi rasanya tidak biasa, jadi sedikit aneh dan risih. Tapi kucuekin aja.

Pagi hari, aku di dapur hendak mengambil minuman. Iyor, seperti biasa sudah datang pagi-pagi. Menyadari kehadiranku, dia hendak mengatakan sesuatu. Namun entah mengapa, dia tidak melanjutkan omongannya. Seperti ada yang menyekat tenggorokannya. Belakangan dia bilang, kalau dia kaget dengan potongan rambutku. Aneh, katanya. Tapi yang jelas, dia tidak suka sisiran rambutku yang belah tengah ini. “Mirip teman mas itu tuh” … halah!

Namun aku semakin mantap dengan gaya sisiran belah tengah itu waktu ketemu BM. Setidaknya komentarnya apa adanya, tidak ada tendensi atau subjektivitas berlebihan. Dengan jujur dia berkata, “Mas jadi terlihat lain, seperti … terlihat lebih muda”. Ah … aku nyengir, mencoba menutupi perasaan yang berbunga-bunga, tersanjung :)) Entah, BM berkomentar tersebut karena belahan pinggirku atau karena rambutku yang pendek. Sekali-kali ke-GeEr-an boleh donk …


TAGS Pribadi Rambut


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru