Kayaknya Mau Resign Ya?

5 Mar 2009

Waktu keluar dari toilet, Iyor tiba-tiba mendatangiku, dan dengan berbisik dia berkata, “Prof kok kayaknya mau resign ya?”.

Meski tidak terlalu mengherankan bagiku, tapi tetap aku menanggapi.

“Emang tahu darimana?” kataku.

“Ya, tadi aku sempat dengar-dengar. Meski dia ngomong lewat telpon pakai bahasa Jawa, tapi sedikit banyak sepertinya aku nangkap. Kok sepertinya ada omongan, dia minta dicariin kerjaan gitu.”

“Yah, mau gimana lagi”, kataku mencoba tenang.

“Sayang juga Mas, ” Iyor melanjutkan omongannya. “Kan Prof udah cukup lama di sini, pengalaman dan koneksinya juga banyak.”

“Ya tapi gimana lagi, aku juga gak bisa ngapa-ngapain dengan kondisi kantor seperti ini.” jawabku.

“Apa dia seperti itu gara-gara jabatannya dialihkan ya? Soalnya waktu meeting terahir kemarin juga dia sempat nanya-nanya, sedikit complain dengan apa yang dibahas di meeting. Aku sih minta dia untuk tanya langsung ke yang lebih berwenang.” kata Iyor, nerocos tetap dengan suara berbisik.

“Hmm … bisa jadi. Kemungkinan itu tetap ada. Apalagi menurutku tipikal Prof memang seperti itu, sejak Handoyo jadi acting director dulu pun kan dia kinerja Prof jadi sedikit bermasalah. Inilah sebenarnya yang aku takutkan. Tapi BM punya alasan lain. Yang jelas, dengan kondisi Prof seperti sekarang, cukup riskan untuk menyerahkan tanggung jawab yang cukup besar ke Prof. Kamu sendiri tahu yang terjadi akhir-akhir ini, banyak hal penting yang jadi ngambang.”

“Iya sih. Aku juga jadi kena imbasnya. Sedikit-sedikit, tanggung jawab dia dialihkan ke aku.” keluh Iyor.

Post power sindrome, itu yang aku kuatirkan sedang dialami oleh Prof. Moga aja gak. Moga aja dia bisa lebih dewasa dan bijaksana bersikap, melihat lebih menyeluruh. Meski BM dengan yakinnya bilang bahwa Prof akan lega dengan dialihkannya tanggung jawab dia, tapi buatku, post power sindrome itu masih cukup mengancam, khususnya terhadap kinerja dan perilaku Prof.

Hubunganku dengan Prof sendiri belakangan menjadi sedikit kaku, meski sebelumnya juga gak terlalu akrab, namun saat ini aku jadi agak bingung akan bersikap bagaimana dengan Prof.


TAGS rekan kerja post power sindrome resign


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru