Give Up

24 Feb 2009

Siang ini aku kerja di tempat customer, mendampingi proses trial aplikasi, di daerah Salemba. Kami diberi ruangan khusus, dengan AC yang super dingin. Untungnya masih ada koneksi internet, jadi gak terlalu suntuk lah.

Sambil mengamati daftar kawan di YM, serta status-status mereka, ada satu status yang cukup mengejutkan. Statusnya Bang Napi, cukup singkat “Give Up..”.

Waduh … apa maksudnya nih. Bang Napi sekarang menjadi salah satu pilar penting di bagian produksi. Setelah beberapa karyawan resign dalam waktu dekat, hanya dia yang cukup paham tentang aplikasi akunting, dan dia saat ini mendapat “beban” untuk beberapa proyek besar yang penting. Konsekuensinya memang dia menjadi cukup pontang-panting.

Aku tahu berat beban yang dia tanggung, apalagi dengan kondisi kantor saat ini. Tapi toh semua juga menanggung beban berat, harus kerja extra keras, kecuali beberapa karyawan yang sudah tidak merasa punya tanggung jawab apa-apa dengan kondisi kantor.

Langsung aja aku sapa dia secara online, sedikit basa-basi menanyakan kabar proyek-proyek yang sedang dia hadapi. Waktu itu dia juga sedang berada di customer, sedang tahap trial juga. Bedanya, proyek yang dia hadapi lingkupnya cukup besar dan rumit.

“Ok, jangan menyerah ya”, demikian kukatakan untuk mengakhiri percakapan.

“Hmm .. hampir”,jawabnya sambil tersenyum.

Aku sendiri tidak bisa berbuat banyak. Untuk kondisi saat ini, beban kerjaku pun meningkat. Yah, aku hanya bisa berharap, moga-moga masih ada karyawan yang benar-benar merasa memiliki dan siap berjuang bersama untuk perusahaan, agar perusahaan bisa bangkit lagi.


TAGS Pertemanan Pekerjaan


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru