Menghargai Donk

13 Feb 2009

Akhirnya Marta diminta BM untuk mengantikanku meeting dengan customer yang marah-marah tempo hari. Malam itu aku terpaksa menyempatkan untuk melakukan training kilat tentang aplikasi yang ada, agar Marta bisa sedikit nyambung saat meeting.

Yah, meeting bisa berjalan cukup lancar, meski ada beberapa hal yang Marta kurang paham dengan jelas. Tapi setidaknya hubungan dengan customer tidak lagi terlalu tegang.

“Tahu gak, kemarin kan Mas bilang ‘Pak Anu tu kayak aku. sebenarnya dia bisa saja menyampaikan lewat email atau telepon. Tapi dia maksa aku datang, karena sepertinya dia ingin dihargai, sebagai customer. Ada perhatian lebih, semacam itulah’.” kata Marta waktu bercerita tentang pertemuan kemarin.

“Nah, ternyata benar. Waktu kami datang, Pak Anu sudah menyiapkan beberapa dokumen, dan bilang : ‘Ini saya sudah siapkan beberapa dokumen, biar Marta lebih mudah ngerti. Sebenarnya saya bisa aja ngasih ini ke Mas, dan bisa memberi penjelasan lewat email, itu dah cukup. Tapi saya pengen dia itu menghargai kita donk sebagai customer.’”

“Waktu denger itu, aku teringat kata-kata Mas, dan hampir cekikikan mendengarnya .hehehe… ampe BM agak heran dengan responku”

Yah, begitulah, tabiat orang memang ada-ada saja, kadang gak terlalu masuk akal.


TAGS Customer menghargai


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru