Bisa Ditarik Lagi Gak?

26 Jan 2009

Ada banyak alasan karyawan mengundurkan diri dari perusahaan. Aku dulu pernah mundur karena kecewa dengan rekan kerja, pernah juga karena kecewa dengan perusahaan. Mungkin kurang tepat kalau dibilang kecewa, karena dari awal aku memang tidak terlalu berharap banyak dengan perusahaan tempat aku bekerja waktu itu. Aku cuma merasa, dengan usiaku (waktu itu) yang masih muda, aku tidak akan bisa berkembang di sana, dan masih banyak peluang lain yang memungkinkan karir maupun kepribadianku bisa berkembang, termasuk skill-ku.

Ada karyawan yang mengundurkan diri karena masalah gaji, ada juga yang karena merasa gagal. Setidaknya, di kantorku saat ini, ada 2 orang yang mundur karena merasa gagal, setidaknya menurutku sih. Pertama Simbah … ah sayang sekali dia. Padahal potensinya bagus, cuma sayang, karena tidak bisa terbuka, akhirnya dia “kabur” setelah sadar bahwa dia tidak bisa menyelesaikan proyek yang diberikan ke dia. Yang kedua, baru-baru saja terjadi, adalah Om Bag. Minggu lalu dia mengundurkan diri. Dari obrolanku dengannya, dia bilang, alasannya adalah karena dia merasa tidak menghasilkan apa-apa di sini. Ungkapan itu bisa dia makna. Bisa juga dia merasa gagal di sini, tidak berhasil dalam tugas yang diberikan, bisa juga dia merasa perusahaan tidak bisa memberi apa-apa buatnya. Makanya dia mundur.

Apapun alasan sebenarnya, aku merasa tidak sanggup untuk menahan dia. Keputusan sudah dia ambil, meskipun cukup disayangkan. Okelah, proyekyang terakhir dia tangani gagal total, tapi toh gagal itu wajar. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki lagi, seharusnya. Tapi kurasa waktu itu keputusannya sudah bulat.

“Mas, Om Bag bisa ditarik lagi gak ke kantor?” tanya Iwed cukup mengejutkanku waktu aku memasuki kantor.

“Oh, sulit kayaknya.” jawabku singkat.

Iwed sepertinya agak terpukul dengan berita mundurnya Om Bag. Dia juga baru tahu kabar itu persis di hari terakhir Om Bag. Mungkin karena selama ini dia yang membantu Om Bag dalam mengerjakan proyek yang gagal itu, jadi dia merasa berat.

“Kenapa?”, tanyaku. Meski sebenarnya aku enggan membahas hal ini.

“Ya, mungkin kalau ada inisiatif dari kantor, Om Bag mau untuk balik. Kan dia mundur karena proyek E di cut.”

“Hmm, kurasa agak sulit. Andai bisapun, butuh waktu. Lagipula, dia sendiri bilang ke aku, kalau keputusannya untuk mundur sudah jauh-jauh hari disampaikan sebelum proyek E dinyatakan gagal. Jadi memang dia sudah ada rencana. Ya, memang, pasti ada kaitannya dengan proyek E.” jawabku mencoba menjelaskan.

“Oh, gitu”, kata Iwed pelan. Tetap dia merenung.

Perlu waktu, yah menurutku perlu waktu. Andai seorang karyawan yang sudah mengundurkan diri, ingin ditarik lagi ke kantor tersebut, pasti perlu waktu. Apalagi kalau masalah dirasa muncul dari dalam diri karyawan tersebut. Perlu waktu untuk merasa yakin, juga perlu waktu untuk menebus rasa bersalah.


TAGS Pekerjaan Kantor Dedikasi


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru