Jadi Korban Kok Malah Kabur

24 Jan 2009

Hari ini aku mendapat dua cerita yang mirip, dari sumber yang berbeda.

Pertama adalah cerita dari alumni sekolah. Dalam satu obrolan di milis, seorang teman bercerita bagaimana dulu waktu kuliah, dia bersama teman kami juga, Gemblung, mengendarai motor di dekat kampus. Waktu melewati kantor Koramil, dia ditabrak kendaraan, sampai jatuh dan terlempar. Temanku ini menduga Gemblung, yang cukup berangasan dan temperamental, akan marah-marah ke orang yang menabrak itu. Tapi dugaannya meleset. Gemblung segera mengendarai motornya lagi, meski sedikit tertatih-tatih dan langsung pergi. Padahal beberapa orang mencoba menolongnya, dan tahu pasti bahwa mereka menjadi korban.

Setelah agak jauh, temannya itu bertanya. Gemblung menjawab, “Lha daripada ketahuan kalau motor ini bodong (tanpa surat-surat resmi) kan malah lebih repot”.

Cerita kedua disampaikan oleh Handoyo. Dia kenal dengan seorang mantan anggota Komunis, yang sudah cukup tua, sekitar 70an tahun. Meski sudah tua, bapak ini adalah biker sejati, kemana-mana selalu mengendari motor, malah tergolong suka ngebut dan senang mengendarai motor dengan CC cukup besar.

Suatu hari, bapak ini tertabrak motor dari belakang, hingga terjatuh. Jelas-jelas yang menabrak dia yang salah. Tapi dia langsung bangun dan segera pergi. Waktu ditanya, kenapa dia langsung pergi, bapak ini menjawab “Kalau anak saya tahu saya kecelakaan dan masuk rumah sakit, pasti saya gak boleh naik motor lagi. Bisa repot saya.”

Ah, ada-ada saja.


TAGS Sosial Lalu lintas


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru