Jomblo, Pacaran dan Menikah

7 Jan 2009

“Kalau mas pasti kan tabungan dah banyak.”, pertanyaan Bang Napi waktu aku membonceng Bajaj-nya menuju kantor.

“Ah, gak juga. Gak sempat nabung. Gajiku kan gak seberapa.”, jawabku apa adanya.

“Ya setidaknya kan lebih tinggi dari gajiku. Kan mas tahu gajiku.”

“Yah, begitulah, pengeluaranku banyak.”

“Emang apa aja sih, perasaan gak ngapa-ngapain.” tanyanya ngotot.

“Cicilan, kontrakan ibu, dan sebagainya. Biaya makanku cukup banyak. Belum lagi pengeluaran saat weekend.” ungkapku meyakinkan. Heran juga, kenapa aku cerita masalah pribadi. Tapi emang dasarnya buatku agak malas menyimpan rahasia, asalkan gak diobral aja. Tetap ada batasan-batasannya.

“Makanya, orang pacaran biasanya lebih boros dibandingkan orang yang sudah menikah, apalagi yang jomblo”. lanjutku.

“Jadi, kesimpulannya apa?” tanya Bang Napi, soalnya dia masih jomblo, dan sepertinya dia penganut faham “anti-pacaran”. Sampai saat ini, akunya, dia belum pernah pacaran.

“Ya, gak ada. “jawabku coba ngeles. “Kebahagiaan kan gak melulu masalah uang (halah sok amat). Ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang (haiyah, ini lagi, sok mengutip kata-kata dari internet)”.

“Emangnya apa?”

“Hehehe … pokoknya adalah.” aku ketawa aja. Agak sulit memang saat ini buatku untuk menjawab itu. Dulu, mungkin dengan mudah aku bisa menyebutkan hal-hal yang ideal yang tidak bisa diukur dengan uang, tapi sekarang … keadaan sudah berubah. Banyak hal yang serba “belum tentu”.


TAGS Sosial Jodoh


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru