Tidak Profesional

6 Jan 2009

Pagi ini ada SMS dari Ekusa yang menanyakan apakah ada programmer yang bisa ditunjuk untuk menggantikan Prof melakukan training OpenOffice. Prof mendadak sakit, dan info itu baru disampaikan pagi itu juga.

“Kemarin aku udah konfirmasikan ke Prof juga (yang kebetulan memang hadir di kantor) dan dia bilang hari ini bisa. Aku juga dapat info mendadak gini mas.” kata Ekusa menjelaskan. Aku agak jengkel juga mengapa serba mendadak. Tapi namanya orang sakit, apalagi sakit Prof termasuk serius (mungkin jantungnya kumat).

Jelas hari ini tidak ada yang bisa menggantikan. Memberikan training itu tidak mudah dan tidak bisa mendadak, bahkan untuk topikyang dianggap ringan termasuk aplikasi perkantoran ini. Apalagi di antara karyawan yang ada, tidak ada yang cukup pengalaman melakukan training, dan modul-modul (bahan) untuk training pun kami tidak punya, selain dari beberapa bahan yang didownload dari internet, itupun tidak lengkap.

Training perlu persiapan yang cukup, gak bisa mendadak. Persiapan yang apa adanya akan membuat training terkesan asal-asalan, tidak terstruktur, bahkan bisa mempermalukan diri sendiri apabila ada bahan yang tidak dikusai. Dalam training kita gak cuma menjelaskan, tapi juga harus siap dengan kasus-kasus yang mungkin ditanyakan, juga perlu membuat evaluasi serta latihan agar training lebih berisi, agar peserta training juga bisa langsung mencoba mempraktekkan apa yang disampaikan.

Makanya kubilang, hari ini pasti di-reschedule. Meski Marta bilang bersedia menggantikan Prof, tapi gak mungkin hari ini, karena butuh persiapan.

“Dulu bukannya dirimu yang akan melakukan training, Kom?” tanyaku ke Kokom yang sudah hadir pagi itu.

“Iya memang, aku kan juga udah sempat persiapan tuh. Terus kata Prof, biar dia ambil alih SEMUA. Ya udah, makanya aku serahkan semua ke Prof.” jawabnya.

BM, yang hadir agak siang, cukup kecewa mendengar laporan kami tentang kasus ini.

“Ini tidak profesional namanya.” kata BM. “Tidak seharusnya kita membatalkan janji ke customer. Perlu dipikirkan mas, bagaimana mengatasi hal ini.”

“Ya, masalahnya kan karena sakit Pak”, jawabku coba memberi argumen. Siapa sih yang mau sakit, apalagi sakit parah.

“Iya memang sakit. Sakit apa sih? (Jantung mungkin, dulu kan pernah). Mungkin perlu kita buat peraturan, setiap yang sakit wajib memberikan surat dokter. Tujuannya biar dia benar-benar berobat dan penyakit itu ditangani dengan benar. Gak profesional kalau begini terus”.

“Iya Pak”, jawabku pelan.


TAGS Pekerjaan


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru