Om Bag Dimana?

24 Dec 2008

Lagi-lagi Kandar panik, sedikit jengkel lebih tepatnya. Lagi-lagi Om Bag tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui posisinya. Padahal sesuai jadwal, seharusnya dia ada di salah satu customer di Jakarta. Namun pagi ini customer tersebut (penanggung jawab proyek yang rewelnya minta ampun, yang bikin senewen gara-gara selalu mengancam akan membatalkan proyek) menelpon Kandar dan complain karena Om Bag tidak ada.

Padahal pagi-pagi ini Om Bag kulihat berangkat ke Jakarta, setelah kemarin dia pulang agak malam sehabis dari customer tersebut. Aden yang kutanya juga tidak tahu. Tidak ada yang tahu. Kandar sempat menduka kalau Om Bag interview di tempat lain. Itu hak dia, cuma sangat disayangkan kalau dia sampai mengabaikan tanggung jawab itu.

Dugaanku, setelah mendapat sedikit info dari Renaldy, Om Bag kesulitan keuangan dan sakit. Beberapa waktu lalu tampak dia seperti gak sehat, juga tidak bisa pergi-pergi karena gak ada ongkos. Tapi, tetap saja, hal yang disayangkan adalah tidak adanya informasi.

Akhirnya meeting mendadak dilakukan, khusus membahas proyek ini, dan juga membahas tentang Om Bag. Secara umum, ancaman pembatalan proyek dari customer bisa diabaikan, karena kesepakatan awal, proyek masih ada waktu sampai pertengahan Januari tahun depan. Sedang untuk Om Bag, aku sarankan dia diberi SP1, namun tetap diberi kesempatan untuk memberikan pertanggungjawaban tentang apa yang terjadi padanya.

Meskipun dia mungkin punya alasan yang tetap, peraturan tetap harus diterapkan. Satu hal yang seharusnya tidak bisa diabaikan adalah KOMUNIKASI. Tidak ada salahnya menyampaikan keadaan fisik yang sakit atau kesulitan keuangan, daripada malah membuat pekerjaan jadi terbengkalai, apalagi terkait dengan customer yang bawel.


TAGS disiplin


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru