Add As Friend

20 Dec 2008

“Tahu gak, Iwed nge-add aku di FS. Serba salah jadinya. Kok ya tiba-tiba aja” Iyor bercerita dengan penuh semangat, bukan karena bahagia, tapi karena bingung.

Padahal, menurutku, gak ada salahnya berteman, apalagi di dunia maya. Toh mereka rekan kerja juga. Mungkin karena sikap Iwed yang cukup akrab di dunia maya terkesan berbeda dengan keadaan di dunia nyata, yang membuat orang menjadi “berprasangka”, atau lebih kasarnya “was-was”.

Di lain pihak, Iwed sendiri seperti sedang kecanduan FS, mungkin karena baru pertama nyobain, jadi ada semacam euphoria sejenak. Semalam, tidak seperti biasanya, dia ampe larut malam di kantor. Tapi kali ini bukan karena ada kerjaan yang mendesak atau ingin mempelajari sesuatu, melainkan karena asyik ber-FS-ria. Gak tanggung-tanggung, dua komputer digunakannya.

Semula aku gak terlalu perhatikan, kenapa komputer Bang Napi nyala, sementara orangnya sedang di luar kota. Ternyata Iwed sedang menggunakannya. Ooo, mungkin ada program yang hanya jalan di komputer Bang Napi, semula kupikir demikian. Namun setelah kuperhatikan sekilas layarnya, cuma satu program yang aktif, firefox, dan sedang menampilkan halaman FS. Sementara itu, di layar monitor komputer Iwed pun, yang tampil adalah FS. Berkali-kali Iwed bolak-balik dari komputernya ke komputer Bang Napi untuk memainkan FS tersebut. Bukannya perhatian, tapi kebetulan aja aku sedang nonton tivi yang persis di samping komputer Bang Napi.

Yah, baguslah menurutku, setidaknya dia mulai bergaul. Cuma heran aja, kok maksa pakai 2 komputer. Belakangan dia bilang kalau koneksi internet di komputer dia terasa lambat, mungkin ada virus atau worm yang mengganggu. Ooo … pantesan.

“Bang, udah gabung FS ya? Add aku donk, banyak temanku di situ”, kata Renaldy dengan santainya.

“OK”, sambut Iwed dengan senyum khasnya.


TAGS Pertemanan Friendster


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru