Cakep-Cakep Sekarang

20 Nov 2008

“Wah Mas, sekarang Peppers ceweknya cakep-cakep”, kata Kandar dengan semangat.

Kontan saja satu ruangan melongok semua. Dari suasanya yang cukup adem ayem, sedikit stress dengan kerjaan yang menumpuk, kok tiba-tiba ada yang ngomongin begituan. Untung yang ngomong itu sang manager sendiri, yang memang kebetulan baru saja datang dari customer di daerah Malang.

Waktu pertama datang sih dia langsung membawa oleh-oleh informasi tentang kondisi proyek, kondisi kerjaan dan suasan kantor client, termasuk ngobrolin setiap proyek yang ada dan hal-hal yang terjadi selama dia ada di luar kota. Otomatis suasana jadi cukup serius. Eh, setelah jeda sebentar, kok ya dia nyeletuk aneh-aneh.

“Recepsionisnya kan ganti, dulu gak cakep, yang sekarang cakep.” dia melanjutkan dengan semangat. “Kayaknya mereka mensortir bener-bener karyawan yang dipilih, sudah banyak yang ganti. Aku dengar beberapa orang diganti karena bermasalah.”

“Kebanyakan pendatang atau orang asli, maksudku orang Malang sendiri?” tanyaku.

“Orang Malang. Kan memang dasarnya orang Malang cantik-cantik tuh, tapi waktu naik angkot …” dia berhenti sebentar seperti menahan sesuatu. ” … biasanya aku naik taksi, tapi mahal, makanya pernah aku naik angkot. Nah, yang ada di angkot itu -maaf- jelek-jelek semua!”

Grrrrrr … suasana ruangan langsung meriah, menertawakan komentar Kandar terakhir itu. Berbagai komentarpun muncul dari masing-masing orang. Dasar, anak ini memang ceplas-ceplos, padahal sudah punya istri galak, tetap saja tidak banyak perubahan.


TAGS Pertemanan Cantik


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru