Mix-Max

18 Nov 2008

Terkadang bercanda bisa jadi bumerang.

“Tadi kan Bang Napi nawarin mau mbeliin sesuatu, aku teriak Mix-Max, maksudnya bercanda”, kata Om Bag waktu aku lagi di dapur mau buat teh manis. Dia sambil menenteng sebotol Mix-Max warna merah (entah rasa apa).

“Eh, lha kok dibeliian beneran. Langsung saja Bang Napi manyun”, lanjutnya sambil tertawa.

Spontan akupun ketawa. Bang Napi, dengan predikatnya sebagai ustad de facto, pasti manyun kalau tau niat baiknya ternyata untuk membeli sebotol minuman haram, meskipun kadarnya sedikit. Kalau dalam kadar besar dia memabukkan, berarti dalam kadar sedikitpun tetap haram, begitulah sedikit banyak penjelasannya tentang minuman memabukkan, dalam sebuah percakapan ringan suatu malam.

“Lha wong saya nggak tahu kok. Saya kan tanya ke penjaganya, Mas ada Mix-Max? Langsung diambilin sama penjaganya, terus saya masukin keranjang. Saya nggak tahu Mix-Max itu apaan”, jawab Renaldy dengan polosnya, meski tersenyum tetap terlihat rasa bersalah juga.

Woooo, dasar wong ndeso! Teriakku sambil ngakak. :))

“Ya udah, terlanjur dibeliin, ya diminum saja”, kata Om Bag.


TAGS Pertemanan Minuman Keras


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru