Ngobrolin Kentut

5 Nov 2008

“Wah kasian nih, Mas jadi terkurung asap”, kata Renaldy waktu kami rame-rame makan malam di mal. Di antara kami berempat, - aku, Renaldy, Ekusa, Om Bag - emang cuma aku yang gak ngerokok.

“Tenang aja, ” kataku. “Aku bisa mengimbangi dengan asap yang lain .. hehehe, tanpa bentuk dan tidak mengganggu kesehatan”.

“Wah, gawat itu, bisa balik semua habis dimakan tadi” kata Ekusa.

Obrolanpun mulai mengalir ke seputar kentut, benar-benar nggak mutu.

“Kalau aku pernah punya pengalaman memalukan masalah kentut itu waktu SMP,” Om Bag mulai curhat malu-malu. “Waktu itu kan lagi ada acara di sekolahan, terus yang datang pejabat. Nah, pas pejabat ngasih pidato, suasana jadi benar-benar senyap. Lha kok tiba-tiba kebelet pengen kentut, dah ditahan setengah mati … ah, kebobolan juga. Karena ditahan-tahan, justru bunyinya jadi melengking dan panjang.”.

“Aku juga pernah,” Ekusa gak mau kalah. “Waktu itu ngentut waktu lagi pacaran, di pinggir pantai. Kan piknik bareng-bareng keluarga gitu, terus duduk-duduk pinggir pantai. Udah gelisah aja gara-gara pengen kentuk, pantat dah goyang-goyang nahan biar gak keluar. Lah, tetep aja keluar, bunyinya cukup nyaring, dah gitu lamaaaa lagi. Malu banget deh”.

:)

Begitulah, obrolan gak mutu, dengan topik yang gak mutu. Tapi yang jelas, obrolan gak mutu seperti ini, tetap saja menarik saat diobrolin dalam suasana yang hangat, penuh persahabatan dan keakraban. Hanya mereka yang sudah akrab yang bisa mengungkapkan omongan gak mutu tapi tetap menyenangkan dibahas :))


TAGS obrolan santai kentut


-

Author

Search

Recent Post

Komentar Terbaru